Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buncis

Klasifikasi dan Morfologi tanaman Buncis – Buncis adalah salah satu tanaman Musiman  (annual) yang terbagi menjadi buncis dengan tipe pertumbuhan merambat dan tipe pertumbuhan tegak.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buncis
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buncis

Buncis yang merupakan salah satu tanaman mudah untuk hidup di Indonesia ini berasal dari negara Kincir Angin atau Belanda.

Klasifikasi tanaman buncis

Kingdom Plantae
Sub kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sup divisi Spermatophytina
Kelas Magnoliopsida
Super ordo Rosanae
Ordo Fabales
Famili FAbaceae
Genus Phaseolus L
spesies Phaseolus vulgaris L

Morfologi tanaman buncis

Sebelum budidaya tanaman buncis anda harus tahu mengenai morfologinya. Morfologi tanaman buncis adalah akar, batang, daun, bunga dan buah. berikut ini adalah penjelasannya :

1. Akar

Secara umum sistem pengakaran pada tanaman buncis tidak besar atau ekstensif. Akar yang dimiliki oleh tanaman buncis adalah akar tunggang dan juga berakar serabut.

Memiliki pengakaran percabangan dengan lateral dangkal dan mampu tumbuh hingga kedalaman sekitar 1 meter. Akar pada tanaman buncis berwarna kuning kotor.

Pada akar terdapat bintil yang memiliki fungsi sebagai pengikat nitrogen dari udara bebas, sehingga tanaman buncis dapat memperoleh nitrogen secara cukup.

2. Batang

Batang yang dimiliki oleh tanaman buncis adalah berbentuk bulat tapi lunak. Batang tersebut merambat dan memiliki cabang banyak sehingga terlihat sangat rimbun.

Batang tanaman buncis berbelok – belok dan memiliki bulu – bulu halus serta beruas – ruas. Biasanya tanaman buncis yang tumbuh merambat memiliki ukuran tinggi sekitar 2,5 meter dan yang tumbuh tegak lurus memiliki tinggi sekitar 40 cm dari permukaan tanah.

3. Daun

Tanaman buncis memiliki daun berukuran kitar 7-9 cm panjangnya dan lebar sekitar 6 – 7,5 cm untuk daun berukuran kecil. Untuk daun berukuran besar memiliki panjang sekitar 11 – 13 cm dan lebar sekitar 10 X 11 cm.

Daun buncis ini memiliki bulu sangat halus dengan bentuk bulat oval dan ujungnya meruncing. Tepi daun merata, sedangkan tulang daun menyirip .

Posisi daun tegak namun tetap mendatar, tangkainya pendek sehingga pada setiap cabang ada 3 daun menyirip dan posisinya saling berhadapan.

4. Bunga

Bunga tanaman buncis termasuk bunga sempurna, karena tanaman ini memiliki kelamin ganda (hermaprodit). Bunga buncis memiliki ukuran sekitar 1 cm dengan bentuk bulat panjang atau silindris.

Bunga – bunga ini tumbuh pada cabang yang masih muda atau pucuk daun. Penyerbukan terjadi karena bantuan angin dan juga serangga.

Bunga tanaman buncis memiliki variasi warna tegantung dari varietasnya, ada yang berwarna merah, putih, violet, kekuningan yang dapat mekar pada pukul 07.00 – 08.00 pagi hari.

Pada tanaman buncis yang tumbuh secara merambat memiliki karangan bunga yang keluar tidak secara serempak. Tetapi untuk taman buncis yang tumbuhnya tegak memiliki karangan bunga hampir serentak saat tumbuh.

5. Buah

Buah pada tanaman buncis disebut polong. Bentuk polong pada tanaman buncis adalah pipih lebar yang ukuran panjangnya sekitar 20 cm, bulat lurus dan pendek berukuran sekitar 12 cm dan bulat panjang berukuran sekitar 15 cm. Susunan pada polong bersegmen dengan jumlah biji pada setiap polong sekitar 5 – 14 biji.

Ukuran dan warna polong berbeda – beda tergantung dari varietasnya. Ada yang memiliki warna hijau muda, hijau tua hingga kuning ketika masih berumur muda, berwarna cokelat atau kuning saat umur sudah tua. Ada juga yang polongnya memiliki bintik – bintik merah.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini mengenai Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buncis. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *